Jakarta — presesimedia.com. – Yayasan Sajadah Nusantara Adil (Yasanusa 2026) resmi mulai beroperasi dengan membawa komitmen menghadirkan program-program sosial yang profesional dan berkelanjutan.
Didukung kepengurusan serta dewan pembina yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional berpengalaman, Yasanusa 2026 memfokuskan kegiatannya pada bidang sosial, pendidikan, budaya, kesehatan, dan advokasi hukum.
Struktur Dewan Pembina dan Penyantun Yasanusa 2026 diisi oleh sejumlah figur nasional, antara lain Jenderal (Purn.) Drs. Suroyo Binmantoro, S.H., Irjen Pol. (Purn.) Drs. Pujianto, S.H., serta Prof. K.H. Dr. Sald Aqll Siradj, M.A.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan strategis yayasan serta menjaga konsistensi visi dan misi sosial yang diusung.
Sementara itu, fungsi pengawasan dan operasional yayasan dijalankan oleh Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus yang diketuai oleh Brigjen Pol. (Purn.) Adv. Drs. H. Eddy Murdiyono, S.H., M.H.
Kepengurusan ini dirancang untuk memastikan tata kelola yayasan berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
Dalam pelaksanaan program, Yasanusa 2026 membagi struktur organisasi ke dalam sejumlah bidang strategis, meliputi Pendidikan dan Dakwah, Seni dan Budaya, Kesehatan, Advokasi dan Hukum, Sosial, Hubungan Masyarakat, Urusan Luar Negeri, Perencanaan dan Litbang, serta Usaha dan Dana.
Setiap bidang dipimpin oleh para profesional dan tokoh yang memiliki kompetensi serta pengalaman di bidangnya masing-masing.
Ketua Yasanusa 2026, Brigjen Pol. (Purn.) Adv. Drs. H. Eddy Murdiyono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran yayasan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Yasanusa 2026 hadir dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme. Kami berkomitmen menghadirkan program-program sosial yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Ke depan, Yasanusa 2026 menargetkan kerja sama aktif dengan pemerintah, sektor swasta, serta organisasi non-profit, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran yayasan sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
(Redaksi)



