
Bandung — Presesimedia.com. Dunia kembali diuji nuraninya. Ketika suara para pemimpin dunia tenggelam dalam diplomasi tanpa empati, justru suara paling jujur datang dari mereka yang belum cukup usia — anak-anak. Suara mereka bukan teriakan kebencian, tetapi panggilan hati, napas jiwa, dan getar kemanusiaan yang tulus: “Di mana keadilan bagi Palestina?”
Mereka belum remaja, belum mengenal kerasnya dunia politik, namun telah memahami bahwa penderitaan tidak membutuhkan ijazah untuk dirasakan. Di tengah hiruk-pikuk kepentingan global, anak-anak ini berdiri tegak — membela hak hidup, hak kebutuhan, bahkan hak kematian yang layak bagi sesama manusia. Ini bukan aksi politik, ini adalah gerakan nurani universal.
Pesan moral yang lahir dari hati mereka sejalan dengan nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 asli, yang menempatkan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip ini bukan hanya untuk Indonesia, tetapi menjadi cahaya bagi seluruh bangsa di dunia yang mengaku beradab dan merdeka.
Namun realitasnya, dunia seolah buta dan tuli. Pembunuhan, pembantaian, dan kekerasan masih dijadikan bahasa penyelesaian masalah. Kekuasaan dijalankan bukan dengan kebijaksanaan, tapi dengan keserakahan dan dendam. Di sinilah manusia kehilangan jati dirinya — lupa siapa dirinya sebenarnya.
M.A. Yusuf Fadilah, pendiri Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) – Bedah Langit Operasi Bumi, menyampaikan pesan tajam namun penuh makna:

> “Anak-anak Palestina adalah cermin hati nurani dunia. Mereka mengingatkan kita bahwa keadilan dan kemanusiaan tidak bisa ditukar dengan ambisi kekuasaan. Pancasila dan UUD 1945 bukan hanya warisan bangsa, tapi amanat moral bagi seluruh umat manusia untuk menjaga kehidupan.”
Seruan ini bukan hanya untuk pemimpin bangsa, tetapi untuk setiap manusia yang masih memiliki hati. Dunia tidak akan damai selama keadilan diperdagangkan, dan kemanusiaan dikalahkan oleh kesombongan.
Maka biarlah suara kecil itu bergema lebih keras dari megafon politik. Karena kadang, kebenaran paling murni justru keluar dari mulut anak-anak yang belum dikotori kepentingan.
> Pesan moral Pancasila dan UUD 1945 asli dari Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) – Bedah Langit Operasi Bumi
Disampaikan oleh: M.A. Yusuf Fadilah, Bandung “Semoga bermanfaat bagi penghuni langit dan bumi.”
Editor: Redaksi Presesmedia.com







