Heboh..! Sepuluh Bulan Anggaran Publikasi Tak Cair, Bupati Welly Suhery Baru Akan Panggil Dinas Terkait

DAERAH66 Dilihat

Bupati Pasaman Welly Suhery

Pasaman-Preseimedia.com. Pengelolaan anggaran belanja jasa publikasi dan periklanan media pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai, instansi tersebut tidak transparan dan terkesan melalaikan kewajiban pembayaran kepada media mitra.

Baca juga 

*Diskominfo Pasaman Bungkam Soal Dana Publikasi, Media Lokal Keluhkan Sikap Tertutup*

Hingga memasuki akhir Oktober 2025, sejumlah pemilik media mengaku belum menerima pembayaran atas jasa publikasi berita pariwara dan iklan Pemerintah Kabupaten Pasaman yang sudah berjalan sejak Januari 2025.

“Tagihan kami tak kunjung dibayar. Tidak ada kejelasan kapan dana publikasi dicairkan. Di daerah lain, pencairan bisa dilakukan sebulan sekali,” ungkap salah satu sumber terpercaya kepada Tim Preseimedia.com, Kamis (30/10/2025).

Lebih disayangkan lagi, Diskominfo Pasaman disebut tidak pernah mengadakan pertemuan resmi atau forum komunikasi dengan insan pers untuk membahas mekanisme kerja sama, prosedur, maupun jadwal pencairan anggaran publikasi.

Kondisi ini dinilai menjadi pemicu utama kaburnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publikasi media.

> “Tidak ada kejelasan, tidak ada keterbukaan. Semua serba tertutup, padahal ini uang negara yang seharusnya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar salah satu awak media lokal dengan nada kecewa.

Ketertutupan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Diskominfo Pasaman belum menerapkan prinsip good governance dalam mengelola anggaran publikasi media yang bersumber dari APBD.

Baca juga 

*Kominfo Pasaman Tegaskan Komitmen Transparansi dan Profesionalitas dalam Kemitraan Media*

Padahal, publikasi dan kemitraan media merupakan bagian penting dalam membangun citra positif pemerintah daerah serta menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi awak media Presesimedia.com terkait persoalan ini, Bupati Pasaman Welly Suhery merespons singkat melalui pesan singkat:

> “Wslm, nanti saya panggil plt dinas terkait hal ini.” katanya singkat (30/10).

Pernyataan itu menjadi harapan baru bagi para pelaku media agar Pemerintah Kabupaten Pasaman benar-benar menindaklanjuti keluhan yang telah berlangsung selama sepuluh bulan terakhir.

Baca Juga 

*Hutan Dibuka, Warga Meledak! Buyung Jambua Dituding Perusak Lingkungan di Pasaman* 

 https://presisimedia.com/hutan-dibuka-warga-meledak-buyung-jambua-dituding-perusak-lingkungan-di-pasaman/

Publik kini menanti langkah nyata dari Bupati untuk memastikan pengelolaan anggaran publikasi dijalankan secara transparan, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh media mitra.

(Oloan Hsbn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed