Sampah Mengambang di Irigasi Kering Panti Rao, Warga Gerah Dengan Bau Menyengat”

DAERAH47 Dilihat

Pasaman — Presesimedia.com
Pengeringan aliran Irigasi Panti Rao di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (15/11/2025) kembali memunculkan persoalan klasik yang hingga kini belum mendapat solusi serius. Warga yang melintas terpaksa menutup hidung akibat bau menyengat dari tumpukan sampah yang berserakan di dasar irigasi yang setengah kering.

Kondisi ini bukan hanya merusak kenyamanan warga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai pola pengelolaan irigasi yang selama ini dilakukan oleh pihak terkait. Pengeringan irigasi seharusnya dimanfaatkan untuk pembersihan total, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa material sampah dibiarkan begitu saja.

Awaluddin (35), warga Nagari Panti, dengan tegas menyampaikan keluhannya.

Harapannya segera ada perbaikan. Sepanjang aliran sungai yang kering ini penuh sampah dan menimbulkan bau busuk. Ini jelas sangat mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

BBWS Sumatera V Diminta Tidak Hanya Mengeringkan, Tetapi Menuntaskan Masalah

Pengeringan irigasi tanpa strategi pengelolaan sampah yang jelas justru memperlihatkan lemahnya koordinasi dan minimnya pengawasan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Wilayah V Sumbar. Warga menilai, langkah teknis seperti ini seharusnya diiringi dengan pembersihan menyeluruh, bukan sekadar membuka aliran dan membiarkan sampah mengendap di permukaan.

Kondisi bau busuk yang menyengat bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga persoalan kesehatan dan lingkungan. Jika dibiarkan berlarut-larut, irigasi yang seharusnya menjadi sumber air dan penopang sektor pertanian justru berubah menjadi sumber pencemaran.

Perlu Respons Serius dan Aksi Nyata

Sudah saatnya BBWS Wilayah V Sumbar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode penanganan irigasi. Respons cepat, penanganan tuntas, dan keterbukaan informasi diperlukan agar masalah yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

Warga menunggu langkah konkret—bukan sekadar janji, bukan sekadar rutinitas teknis yang tidak menyelesaikan akar masalah.

Ismail Hasan Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *