PT. GMK Diduga Abai CSR, Warga Air Bangis Protes, Wartawan Malah Diancam

HUKUM & KRIMINAL146 Dilihat

Pasaman Barat-Presesimedia.com

Gegap gempita ekspor bijih besi dari Air Bangis memang mencengangkan. Sekali angkut, ribuan ton mineral berharga itu dikirim ke luar negeri, dengan nilai miliaran rupiah , Namun, di balik kilau keuntungan fantastis, warga lingkar tambang justru terjebak dalam derita: jalan rusak, debu tambang, suara bising Alat berat eskapator dan fasilitas publik yang memprihatinkan.

Ironi ini menohok nurani. Perusahaan panen laba, masyarakat sekitar justru memikul beban.

CSR Minimalis, Keadilan Sosial Ditinggalkan

Investigasi LSM P2NAPAS menemukan, kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. GMK terkesan hanya formalitas. Alih-alih program berkelanjutan untuk kesejahteraan warga, dana CSR lebih sering dihabiskan untuk kegiatan seremonial singkat.

“Kalau sekali angkut nilainya puluhan miliar, apa salahnya sebagian dialokasikan untuk memperbaiki jalan desa atau membantu sekolah? Jangan hanya menguras bumi, tapi meninggalkan luka bagi masyarakat,” tegas Ahmad Husein Batu Bara, Ketua Umum LSM P2NAPAS – Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman.

Perhitungan lembaga itu menunjukkan CSR PT. GMK bahkan tidak menyentuh 1% dari nilai potensi ekspor tahunan. Padahal, UU Nomor 40 Tahun 2007 mewajibkan perusahaan pengelola sumber daya alam menunaikan CSR sebagai bagian dari tanggung jawab hukum dan moral.

Wartawan Kritis Diteror

Kritik terhadap perusahaan ternyata bukan hanya diabaikan, tetapi juga dibalas dengan intimidasi. Seorang wartawan Presesimedia.com menerima pesan ancaman dari oknum Humas PT. GMK pasca pemberitaan kritis:

> “Besok kawan-kawan ambo sodonyo datang mancari waang. Kami urg nagori ko waang indo, tolong waang sadari itu sobuok. Kalo ondak tingga waang dinagori ko elok² ajo lah parange waang…” tulisnyaelaluibpesan singkat WhatsApp, (13/9).

Pesan bernada teror ini langsung menuai kecaman. Dunia usaha modern yang baik seharusnya menjunjung prinsip keterbukaan, dialog, dan kemitraan dengan media—bukan mengintimidasi insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Jalan Rusak, Sekolah Kumuh, Warga Merana

Truk tambang lalu lalang tanpa henti, meninggalkan jalan berlubang, becek kala hujan, dan berdebu di musim panas. Anak-anak sekolah harus berjalan di jalur rusak setiap hari, sementara fasilitas pendidikan dan kesehatan tetap jauh dari harapan.

“Setiap kali kapal besar berangkat membawa ribuan ton bijih besi, hati kami teriris. Kami hanya dapat jalan rusak dan janji kosong. Sementara perusahaan terus panen keuntungan,” ungkap seorang warga Air Bangis dengan nada getir.

Seruan Perubahan: CSR untuk Keadilan Sosial

Ketua Umum DPP LSM P2NAPAS Ahmad Husein Batu Bara.

LSM P2NAPAS mendesak PT. GMK agar segera menunaikan kewajiban sosial secara nyata. Perbaikan jalan, dukungan pendidikan, dan layanan kesehatan harus menjadi prioritas.

“CSR bukan sekadar laporan di atas kertas. Itu wujud nyata keadilan sosial bagi masyarakat. Jika perusahaan tetap abai, kami siap membawa kasus ini ke ranah hukum dan mendesak aparat menindak praktik bisnis yang tak berimbang dengan kontribusi sosial,” tutup Ahmad Husein.

Baca juga :

https://presisimedia.com/rapat-terbatas-di-istana-presiden-prabowo-tekankan-percepatan-program-prioritas-nasional/

(Oloan/Ismail)

Editor Redaksi Presesimedia.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *