Proyek Penguatan Tebing Sungai di Pasaman Perlu Pengawasan Lebih Ketat

DAERAH, Redaksi57 Dilihat

Pasaman – Proyek Pembangunan Penguatan Tebing Batang Air Sungai Jernih di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat, menuai perhatian publik.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 22 Desember 2025, proyek dengan nilai kontrak Rp 611.523.642 dan masa kerja 45 hari kalender tersebut masih dalam tahap pelaksanaan. Secara umum, pekerjaan berupa pembangunan dinding beton penguat tebing sungai memang terlihat sesuai dengan nama kegiatan yang tercantum pada papan proyek.

Namun demikian, sejumlah hal dinilai perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan lebih lanjut agar tujuan pembangunan benar-benar tercapai secara optimal dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Aspek Teknis dan Lingkungan

Di lapangan, penguatan tebing terlihat hanya dilakukan pada satu sisi sungai. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait pengendalian alur sungai dan potensi erosi di sisi berlawanan, mengingat lokasi proyek berada di area persawahan produktif serta dilalui aliran air aktif.

Selain itu, masih terlihat material sisa pekerjaan dan limbah konstruksi di sekitar alur sungai. Hal ini penting untuk menjadi perhatian agar dampak lingkungan dapat diminimalkan, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Keselamatan Kerja dan Keselamatan Publik

Papan proyek mencantumkan komitmen terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Namun di lapangan, material batu terlihat ditumpuk di bahu jalan yang merupakan bagian dari jalur Trans Sumatera, sementara rambu pengaman dan pembatas lalu lintas masih sangat terbatas.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan, sehingga penguatan pengamanan dan penerapan K3 menjadi hal yang mendesak untuk ditingkatkan.

Perlu Transparansi dan Klarifikasi

Publik berharap pihak dinas dan pelaksana kegiatan, CV. Putra Sulung, dapat memberikan penjelasan terbuka terkait:

spesifikasi teknis pekerjaan,

volume dan progres fisik,

serta langkah pengamanan keselamatan dan lingkungan.

Transparansi tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan bahwa anggaran publik digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Harapan ke Depan

Proyek penguatan tebing ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia, yakni melindungi sungai dan lahan warga dari ancaman erosi dan banjir. Karena itu, dengan pengawasan yang lebih ketat, penerapan standar teknis yang konsisten, serta kepatuhan terhadap K3, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Pasaman.

Media dan masyarakat pada prinsipnya mendukung pembangunan, sekaligus berharap setiap pekerjaan publik dilaksanakan dengan akuntabel, aman, dan berkualitas.

 

Redaksi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *