
Jakarta, — Presesimedia.com Dalam momentum satu tahun pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton atau senilai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta.
Aksi besar ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memerangi peredaran narkoba dari hulu hingga hilir — sebuah langkah strategis untuk melindungi masa depan generasi bangsa.
Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus sepanjang Oktober 2024 hingga 21 Oktober 2025, dengan total 214.840.682 gram narkotika berbagai jenis. Sebelum dimusnahkan menggunakan alat incinerator, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan uji sampel dan verifikasi untuk memastikan keaslian dan legalitas barang bukti.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa narkoba adalah ancaman non-militer paling serius terhadap kedaulatan bangsa.
> “Segala ancaman terhadap bangsa dan negara ada yang di depan mata, ada yang secara fisik, militer, politis, maupun psikologis. Namun ancaman yang tidak kalah berbahaya adalah narkoba — karena ini merusak masa depan bangsa,” tegas Presiden.
Menurut laporan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, langkah strategis Polri tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pendekatan pencegahan dan edukasi berkelanjutan. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu menekan permintaan sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan distribusi narkoba di Indonesia.
> “Pendekatan ini menekankan pentingnya strategi pencegahan dan penegakan hukum yang berjalan terpadu dan berkelanjutan,” ujar Kapolri.
Dari hasil pengungkapan tersebut, diperkirakan 629,93 juta jiwa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta sejumlah tokoh masyarakat. Momen ini menjadi pesan simbolik sekaligus nyata bahwa perang terhadap narkoba menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Insight untuk Para Pemimpin & Eksekutif:
Langkah Presiden Prabowo menunjukkan model kepemimpinan berbasis aksi (action-based leadership) — dengan fokus pada eksekusi, kolaborasi lintas lembaga, dan keberlanjutan kebijakan. Dalam konteks bisnis dan pemerintahan modern, ini menegaskan pentingnya ketegasan strategis dan konsistensi implementasi untuk mencapai hasil nyata.
(BPMI Setpres))
Redaksi.
