Perkuat Literasi Hukum Pelajar, Kejari Madina Gelar Program Jaksa Cilik dan Jaksa Masuk Sekolah

HUKUM & KRIMINAL338 Dilihat

Mandailing Natal, – Peesesimedia.com. Dalam momentum peringatan Hari Anak Sedunia 2025, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) mempertegas komitmennya dalam memberikan edukasi hukum sejak dini kepada pelajar. Melalui dua program unggulan, yakni “Satu Hari Menjadi Jaksa Cilik” dan “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS), Kejari Madina mendorong terciptanya generasi muda yang sadar hukum, berani menyuarakan hak, dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk pelanggaran.

Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa Hari Anak Sedunia menjadi momen strategis untuk memperkuat hubungan antara Kejaksaan dan dunia pendidikan.

> “Kami ingin memastikan anak-anak memahami hak-haknya sejak awal. Ini adalah kontribusi nyata Kejaksaan dalam membangun generasi muda yang berani, kritis, dan terlindungi,” ujar Yos.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Kejaksaan dalam menjalankan peran preventif melalui edukasi, bukan hanya penegakan hukum.

Dipimpin Intelijen, Edukasi Didesain Lebih Interaktif dan Mudah Dipahami

Seluruh rangkaian kegiatan disusun dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen, Jupri Wandy Banjarnahor, S.H., M.H., yang memastikan bahwa materi dan metode penyampaian disesuaikan dengan kebutuhan para pelajar.

> “Materi kami susun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar edukasi hukum dapat diterima dengan baik oleh pelajar,” jelas Jupri.

Koordinasi intensif dengan pihak sekolah juga dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan memberikan pengalaman edukatif yang menyeluruh.

Mengusung Tema Global UNICEF 2025: “My Day, My Rights”

1. “Satu Hari Menjadi Jaksa Cilik”

Sebanyak 10 siswa SMAN 2 Plus Panyabungan dan 3 siswa SMAN 3 Panyabungan mendapat kesempatan merasakan langsung pengalaman sehari menjadi “Jaksa Cilik”. Mereka diajak melihat dari dekat proses kerja Kejaksaan, memahami tugas tiap bidang, hingga mengenal peran Kejaksaan dalam sistem peradilan.

Program ini menjadi sarana pembelajaran nyata yang menggabungkan edukasi, kedisiplinan, dan inspirasi profesi bagi para pelajar.

2. “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS)

Program JMS dilaksanakan di SMPN 1 Panyabungan dengan melibatkan siswa dari empat sekolah, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 5 Panyabungan.

Melalui pengarahan awal oleh Kepala Seksi Intelijen, siswa diberikan gambaran mengenai pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Tim Intelijen Kejari Madina kemudian menyampaikan materi interaktif mengenai:

Perlindungan anak,

Pencegahan bullying,

Penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab,

Pencegahan kekerasan seksual,

Pemahaman hak serta kewajiban pelajar.

Materi ini disiapkan untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang relevan dengan tantangan yang mereka hadapi di era digital.

Lebih dari Edukasi: Komitmen Kejaksaan untuk Masa Depan Anak

Kejari Madina menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun karakter dan kesadaran hukum generasi muda. Peran Kejaksaan, menurut Yos A. Tarigan, tidak berhenti pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya mencegah pelanggaran melalui edukasi.

> “Kami ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia—pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sebagai penutup, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta ucapan Selamat Hari Anak Sedunia 2025

Anak Hebat, Anak Kuat, Wujudkan Mimpi, Kita Pasti Bisa!

 

S.N

(Editor Redaksi presesimedia.com)

 

Tagar Utama

#HariAnakSedunia2025

#KejariMadina

#JaksaCilik

#JaksaMasukSekolah

#LiterasiHukum

#PerlindunganAnak

#StopBullying

#EdukasiHukum

#GenerasiCerdas

#MyDayMyRights

#UNICEF2025

#MadinaMenginspirasi

#IndonesiaEmas2045

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *