Jakarta, Presisimedia.com – Sejumlah tokoh publik dan pegiat literasi menggelar kegiatan pembagian buku bertajuk Gibran End Game kepada masyarakat dalam agenda Car Free Day (CFD) di Jakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh KRMT Dr. Roy Suryo, Dr. Rismon Hasiolan Sianipar, Benny Parapat, serta sejumlah kreator digital dan reseller buku.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari banyaknya warga yang mendatangi lokasi untuk mendapatkan buku sekaligus berdiskusi langsung dengan para tokoh yang hadir.
Sejumlah media nasional, termasuk MetroTV, turut meliput kegiatan ini dan menyoroti minat publik terhadap literasi politik dan kepemimpinan.
Para penyelenggara menyampaikan bahwa pembagian buku ini merupakan bagian dari misi edukatif untuk memperluas akses informasi kepada masyarakat.
Mereka menilai literasi yang baik menjadi fondasi penting agar publik mampu berpikir kritis dan membuat keputusan yang cerdas dalam proses demokrasi, khususnya dalam memilih pemimpin di masa depan.

Dr. Rismon Sianipar kepada wartawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong perbaikan sistem seleksi kepemimpinan nasional ke depan, termasuk dalam konteks Pemilu 2029
“Harapan kami, sistem seleksi calon pemimpin harus benar-benar menghasilkan yang terbaik dari yang terbaik, bukan sebaliknya.
Dari sisi pengalaman, kompetensi, hingga pemenuhan syarat minimum pendidikan yang jelas dan dapat diverifikasi secara terbuka, bukan sekadar berdasarkan surat keterangan yang tidak diproduksi oleh lembaga pendidikan resmi,” ujarnya.
Rismon menambahkan, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh dan selengkap-lengkapnya agar dapat menilai isu publik secara objektif dan rasional.
Sementara itu, Benny Parapat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian buku, tetapi juga ajakan untuk meningkatkan kesadaran kritis masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memperoleh informasi yang lengkap sehingga bisa lebih cerdas dan kritis dalam menilai berbagai isu publik,” katanya.
Di kesempatan yang sama, KRMT Dr. Roy Suryo menyampaikan bahwa buku Gibran End Game merupakan wujud kekompakan dan kolaborasi antara dirinya, Dr. Rismon Sianipar, dan Tifa—yang mereka sebut sebagai Roy–Rismon–Tifa (RRT).
“Saya mendukung penuh penerbitan buku ini dan di dalamnya saya berperan sebagai duta atau ambassador,” ujar Roy.
Roy Suryo juga mengungkapkan rencana penerbitan buku lanjutan.
“Nantinya saya akan menerbitkan buku berjudul Gibran Black Chapter, dan Bung Rismon akan menjadi ambassador-nya,” tambahnya.
Kegiatan ini menandai sinergi antara tokoh publik, kreator digital, dan komunitas literasi dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukatif yang terbuka dan partisipatif.
(Tim Redaksi)
