
Panyabungan — Presesimedia.com Kedatangan Tim Mabes Polri ke wilayah Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), untuk melakukan penertiban aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) mendapat sorotan dari aktivis lingkungan Madina, Pajarur Rahman Nasution. Ia menilai langkah langsung dari pusat merupakan sinyal bahwa upaya penanganan PETI oleh Polres Madina belum menunjukkan hasil yang memadai.
Menurut informasi lapangan yang dihimpun sejumlah sumber tepercaya, Tim Mabes Polri menemukan dua unit alat berat di lokasi yang selama ini diduga menjadi area operasi PETI. Namun, alat berat tersebut ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi, tanpa suara mesin maupun aktivitas pekerja.
> “Padahal lokasi itu dikenal sebagai titik PETI aktif. Kondisi sunyi ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Pajarur Rahman Nasution.
Ia menduga adanya kebocoran informasi operasi penertiban, sehingga aktivitas di lokasi menghilang sebelum tim tiba.
Selain mengamankan alat berat, Tim Mabes Polri juga memanggil dua terduga pengendali tambang ilegal, berinisial S dan R, untuk dimintai keterangan di Polsek Batang Natal.
Pajar menilai langkah Mabes Polri merupakan bentuk pengawasan yang diperlukan ketika penanganan di tingkat daerah belum menunjukkan efektivitas maksimal.
> “Ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penegakan hukum PETI di wilayah Polres Madina. Penanganan harus transparan dan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kerusakan lingkungan yang terus meluas akibat aktivitas PETI menggunakan excavator di bantaran sungai. Menurutnya, kondisi PETI di Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, dan Muara Batang Gadis sudah berada pada titik darurat.
Aktivis tersebut meminta adanya:
1. Evaluasi kinerja penegakan hukum terkait PETI di wilayah Polres Madina.
2. Transparansi proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dipanggil.
3. Penindakan berkelanjutan, bukan operasi singkat yang mudah bocor kepada pelaku.
> “Hanya tindakan serius, tegas, dan bebas intervensi yang bisa menghentikan kerusakan lingkungan yang semakin meluas,” tutupnya.
(S.N)
