BENGKULU — Presesimedia.com Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman (LSM P2NAPAS) meminta klarifikasi kepada Kepala Balai Sumatra VII Provinsi Bengkulu terkait temuan lapangan pada beberapa proyek konstruksi bernilai puluhan miliar rupiah.
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 03/P2NAPAS-BKL/XII/2025, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pemantauan lapangan yang dilakukan bersama masyarakat pemerhati pembangunan.
Ketua Umum DPP LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek infrastruktur agar tetap sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam surat tersebut, P2NAPAS mengungkapkan temuan pada proyek pengecoran siring irigasi senilai lebih dari Rp9 miliar, di antaranya duduga pengecoran yang dilakukan saat aliran air masih berjalan serta belum terlihatnya pelaksanaan uji mutu beton di lapangan.
Selain itu, pada proyek penahan dinding beton dengan nilai lebih dari Rp8,9 miliar, ditemukan indikasi pemasangan tulangan yang belum sepenuhnya sesuai standar teknis.
Sementara pada dua proyek pembangunan bendungan bernilai lebih dari Rp20 miliar, P2NAPAS mencatat adanya penggunaan material dari aliran sungai sekitar proyek serta potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan.
P2NAPAS juga menyoroti belum terbukanya informasi terkait dasar pengajuan addendum atau perpanjangan masa kontrak pada salah satu proyek bendungan.

Menurut P2NAPAS, keterbukaan informasi diperlukan agar publik dapat memahami kondisi riil pelaksanaan proyek.
“Kami menyampaikan ini secara objektif dan bertanggung jawab, serta membuka ruang klarifikasi dari pihak Balai Sumatra VII. Tujuan kami adalah perbaikan tata kelola dan kualitas pembangunan,” ujar Ahmad Husein.
LSM P2NAPAS berharap pihak Balai Sumatra VII dapat memberikan penjelasan resmi dalam waktu yang wajar sebagai bagian dari penguatan pengawasan publik dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu.
(Iklandiyanto)
Editor Redaksi presesimedia.com

