LSM P2NAPAS Kritik Proyek Irigasi Rp56 Miliar di Bukittinggi, Dorong Audit dan Keterbukaan

BERITA UTAMA, DAERAH150 Dilihat

 

Bukittinggi,  Presesimedia.com – Proyek pengembangan sistem irigasi senilai Rp56 miliar yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) di tiga titik wilayah Kota Bukittinggi kembali mendapat sorotan publik. LSM P2NAPAS (Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman) menyampaikan kritik terbuka dan meminta adanya langkah korektif yang cepat dan terukur dari pihak terkait.

Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menyampaikan bahwa kritik ini lahir dari hasil pemantauan lapangan serta sejumlah masukan masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.

> “Kami menyampaikan kritik ini sebagai bentuk kepedulian, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya potensi persoalan yang harus segera diperbaiki,” ujar Ahmad Husein.

Soroti Kualitas dan Kejelasan Progres Pekerjaan

P2NAPAS menilai sejumlah pekerjaan penting yang menentukan daya tahan dan fungsi jangka panjang irigasi — seperti penguatan tebing, pasangan batu, dan pekerjaan dasar saluran —  diduga belum terlihat maksimal di beberapa titik yang dipantau.

Selain itu, progres fisik proyek dinilai belum sebanding dengan waktu pelaksanaan yang telah berjalan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi keterlambatan maupun penurunan kualitas pekerjaan.

> “Pekerjaan ini bukan hanya soal selesai tepat waktu, tapi juga tentang kualitas dan manfaat jangka panjang bagi petani dan warga,” tambahnya.

Dorong Audit Teknis dan Pengawasan Terbuka

LSM P2NAPAS secara terbuka meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V selaku instansi teknis untuk melakukan audit lapangan secara menyeluruh, sekaligus membuka informasi kepada publik mengenai:

Progres fisik dan keuangan proyek

Standar teknis yang digunakan

Tahapan pekerjaan berikutnyal

Target penyelesaian akhir

Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi.

Harapkan Dialog, Bukan Polemik

P2NAPAS menegaskan bahwa kritik ini diiringi harapan adanya komunikasi aktif dan terbuka antara pelaksana proyek, pemerintah, dan masyarakat.

> “Kritik harus dijawab dengan data, bukan dengan diam. Jika memang sudah sesuai standar, maka sampaikan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi,” tuturnya.

Penting bagi Ketahanan Pangan Daerah

 

Menurut Ahmad Husein, proyek irigasi tersebut memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Bukittinggi dan sekitarnya. Oleh karena itu, pengawasan bersama menjadi keharusan.

> “Ini bukan soal proyek semata. Ini menyangkut hidup petani dan masa depan pertanian lokal,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, pihak PT Brantas Abipraya (Persero) dan BWS Sumatera V belum memberikan pernyataan resmi. Media masih terus berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan berimbang.

 

Ismai Hasan.

Editor Redaksi presesimedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *