
Pasaman Barat – Presesimedia.com.
Pasaman Barat -Presesimedia.com Insiden teror terhadap wartawan Presesimedia.com oleh sejumlah preman yang mengaku utusan Humas PT GMK terkait pemberitaan tambang biji besi Air Bangis, menuai kecaman keras dari Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman (P2NAPAS).
Ketua Umum P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menyebut tindakan itu bukan hanya arogansi perusahaan, melainkan bentuk serangan langsung terhadap demokrasi.

“Premanisme tidak akan pernah bisa menghentikan kebebasan pers. Hak wartawan dilindungi undang-undang. Setiap upaya membungkam pers adalah pengkhianatan terhadap konstitusi dan pelecehan terhadap demokrasi,” tegas Ahmad Husein Batu Bara, Sabtu (13/9).
Menurutnya, dunia usaha yang sehat justru membutuhkan pers yang kritis. Pers adalah mitra strategis dalam mengawal transparansi, menjaga keberlanjutan, dan membangun reputasi. Menjawab kritik dengan intimidasi hanya menunjukkan kelemahan moral dan kebangkrutan etika.
Baca juga :
https://presisimedia.com/pt-gmk-diduga-abai-csr-warga-air-bangis-protes-wartawan-malah-diancam/
“Kalau PT GMK merasa dirugikan oleh pemberitaan, gunakan mekanisme hak jawab. Itu aturan main yang sah dan beradab. Mengirim preman ke rumah wartawan adalah cara barbar yang tidak punya tempat di era modern,” lanjutnya.
P2NAPAS menegaskan, kebebasan pers adalah hak fundamental rakyat untuk mendapatkan informasi yang benar. Menghalangi pers berarti merampas hak publik untuk tahu.
“Pers itu bukan musuh, pers adalah mata dan telinga rakyat. Siapa pun yang mencoba menutup mata rakyat dengan cara kotor, cepat atau lambat akan berhadapan dengan hukum dan dengan kekuatan publik,” ujar Ahmad Husein.
Baca juga:
https://presisimedia.com/air-bangis-50-ribu-ton-bijih-besi-sekali-angkut-warga-hanya-dapat-jalan-rusak/
LSM P2NAPAS mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Teror dan intimidasi terhadap wartawan adalah tindak pidana serius yang tidak boleh dibiarkan.
“Ini momentum untuk membuktikan apakah negara benar-benar berdiri di sisi demokrasi atau tunduk pada tekanan modal. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tutupnya dengan nada keras.
Redaksi.
Editor Presesimedia.com


