KAI Minta Maaf atas Kecelakaan Tragis di Padang, Korban Anak Kapolres Solok Kota

Uncategorized47 Dilihat

Padang, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf mendalam atas kecelakaan di perlintasan sebidang yang melibatkan mobil Brio dan KA Minangkabau Ekspres di Jalan Jati Adabiah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (21/8/2025). Insiden tragis ini menelan korban jiwa, salah satunya adalah Nabila Khairunisa, putri dari Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad.

 

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan. “Kami menyampaikan permohonan maaf dan simpati yang tulus atas dampak yang ditimbulkan. Kami sangat terpukul mendengar kabar ini, setiap nyawa sangat berarti,” ujar Anne dalam siaran pers, Jumat (22/8/2025).

 

Anne menambahkan, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa masih banyak perbaikan yang harus dilakukan bersama. KAI terus berkomitmen memperkuat upaya pencegahan, mulai dari penambahan rambu, teknologi pengamanan, hingga edukasi keselamatan bagi masyarakat.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan mendahulukan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api. Berhenti, tengok kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melintas. Satu detik kehati-hatian bisa menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

 

Duka Mendalam di Rumah Kapolres

 

Kabar duka ini menggemparkan masyarakat Sumatera Barat. Informasi bahwa korban merupakan anak Kapolres Solok Kota dibenarkan langsung oleh jajaran Polres. “Iya benar, korban tersebut merupakan anak dari pak Kapolres,” kata anggota Polres Solok Kota, saat ditemui di rumah duka di kawasan Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.

 

Keluarga besar Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat turut menyampaikan belasungkawa mendalam. Kehilangan ini bukan hanya duka bagi keluarga besar Kapolres Solok Kota, tetapi juga menjadi peringatan serius tentang pentingnya disiplin keselamatan di perlintasan sebidang.

 

Komitmen Bersama Cegah Kecelakaan

 

Data KAI mencatat, sebagian besar kecelakaan di perlintasan terjadi karena kelalaian pengendara yang nekat menerobos saat kereta melintas. Meski berbagai upaya sosialisasi terus dilakukan, kedisiplinan bersama masih menjadi kunci utama pencegahan.

 

“Perubahan tidak bisa dilakukan KAI sendiri, harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” tutup Anne.

Redaksi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *