
Mandailing Natal, presesimedia.com Pergantian Kapolres Mandailing Natal (Madina) diwarnai insiden pembakaran Markas Polsek Muara Batang Gadis (MBG) oleh sekelompok warga.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik dan memunculkan evaluasi terhadap kinerja penegakan hukum di wilayah tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden itu dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap penanganan sejumlah persoalan hukum, khususnya terkait peredaran narkoba yang dinilai belum ditangani secara optimal.
Aktivis Mandailing Natal, Pajarur Rohman, menilai kejadian tersebut merupakan sinyal menurunnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Menurutnya, kemarahan warga tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat persoalan yang berlarut-larut.
“Ini menjadi momentum penting bagi pimpinan Polres yang baru untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki pola penegakan hukum agar lebih profesional, adil, dan humanis,” ujar Pajarur.
Ia menegaskan, tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan, namun aspirasi dan keresahan masyarakat perlu direspons secara serius agar tidak kembali memicu konflik sosial.
Pajarur juga mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkoba, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat demi memulihkan kepercayaan publik.
(S.N)
