Jakarta,— Presesimedia.com Gerakan moral melawan korupsi kembali menggema. Sejumlah elemen masyarakat sipil, aktivis, dan lembaga non-pemerintah (NGO) bersatu dalam Deklarasi Nasional bertajuk “Perang Melawan Korupsi” yang digelar di Gedung Juang 45 Jakarta, Sabtu (25/10) pukul 12.30 WIB.
Deklarasi ini digagas oleh DPP Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) bersama DPP Waktu Indonesia Bergerak (WIB) sebagai wujud komitmen kebangsaan untuk meneguhkan kembali semangat antikorupsi di tengah tantangan integritas bangsa.

Melalui ajakan terbuka, para penggagas mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan memberantas praktik korupsi yang dinilai telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks pemerintahan saat ini, langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan uang negara senilai Rp 300.000 triliun dalam satu tahun pemerintahan menjadi sorotan positif dan dianggap sebagai bukti nyata komitmen negara dalam menjaga kekayaan rakyat.

Ketua Panitia deklarasi, Zainudin Arsyad, S.Ip, alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus Ketua FABEM, menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama bangsa.
> “Korupsi adalah kejahatan yang melemahkan ketahanan negara di semua sektor. Oleh karena itu, korupsi harus diperangi, dan kita harus mendukung Presiden Prabowo yang sedang membasmi para koruptor, perampok kekayaan negara,” tegas Zainudin.
Deklarasi ini tidak hanya menjadi simbol moral, tetapi juga momentum strategis untuk membangun solidaritas nasional menuju Indonesia yang bersih, kuat, dan berdaulat.
> “Mari kita deklarasikan tekad bersama untuk membangun bangsa yang bersih, kuat, dan berdaulat,” demikian bunyi seruan resmi dalam poster kegiatan tersebut.
Gerakan #PerangMelawanKorupsi dan #BersihUntukNegeri diharapkan memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal integritas publik dan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan moral bangsa.

Ketua Umum LSM P2NAPAS (Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman), Ahmad Husein Batu Bara, turut memberikan pandangan dalam momentum bersejarah ini.
“Korupsi bukan hanya soal penyalahgunaan uang negara, tetapi soal hilangnya rasa malu dan tanggung jawab moral terhadap bangsa. P2NAPAS berdiri di garda terdepan bersama gerakan ini. Kami menyerukan agar pemberantasan korupsi dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih,” ungkap Ahmad Husein Batu Bara.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat sipil merupakan kunci untuk memastikan gerakan ini tidak berhenti pada slogan, tetapi menjadi perubahan nyata menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Akhir acara perwakilan NGO menyatakan kesepakatan bersama untuk menyampaikan Deklarasi tersebut pada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai bukti dukungan moral dalam penegakan perang melawan korupsi.
(Tim Redaksi)

