
Padang, – Presesimediacom
Edo Mandela hari ini resmi disumpah sebagai Advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat. Di balik toga hitam yang ia kenakan, tersimpan perjalanan hidup yang berliku: dari anak yatim, pekerja serabutan, terjerumus narkoba, hingga bangkit menjemput cita-cita.
Dari Luka ke Cahaya
Edo kehilangan ayah sejak usia 15 tahun. Ia bekerja apa saja—kuli bangunan, pedagang bandrek, buruh tani, hingga pegawai honor. Hidup sempat membawanya ke jalan kelam: narkoba, hinaan, dan rasa tidak berharga.
Namun doa seorang ibu dan kesabaran istrinya menjadi penopang. “Ibu saya adalah cahaya dalam gelap. Dan istri saya adalah kekuatan ketika saya rapuh,” ucap Edo dengan mata berkaca-kaca.
Dari Ojek Online ke Toga Advokat
Saat menjalani magang hukum, Edo tetap menjadi pengemudi ojek online demi menghidupi keluarga. Prinsipnya sederhana: pantang menyerah.
“Setiap ujian adalah tangga untuk naik kelas. Air mata tidak pernah sia-sia, karena Allah sudah menyiapkan balasannya,” katanya.
Babak Baru: Advokat untuk Keadilan
Kini, Edo menatap profesi barunya dengan visi yang tegas. “Hukum harus benar-benar menjadi jalan keadilan. Setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Saya ingin hadir membela keadilan itu,” ujarnya.
Inspirasi untuk Bangkit
Kisah Edo Mandela bukan sekadar cerita pribadi, tetapi pesan universal: kepedihan bisa menenggelamkan, tetapi juga bisa menjadi pijakan untuk bangkit. Dengan doa ibu, kesabaran istri, dan keyakinan penuh pada Allah SWT, Edo membuktikan bahwa setiap manusia bisa beranjak dari gelap menuju cahaya.
Redaksi.
