Diduga Tercemar Limbah, Sungai Pigogah Patibubur Bunuh Ribuan Ikan — P2NAPAS Desak Investigasi Serius

DAERAH52 Dilihat

Pasaman Barat — Warga Jorong Pigogah Patibubur, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, dihebohkan dengan matinya ribuan ikan di aliran Sungai Pigogah Patibubur. Fenomena ini bukan sekadar persoalan alam, tetapi sinyal keras adanya potensi pencemaran lingkungan yang tak boleh dibiarkan.

Air sungai yang biasanya jernih kini berubah warna keruh kecokelatan dan menebarkan bau menyengat menyerupai bahan kimia. Sejak beberapa hari terakhir, permukaan sungai dipenuhi ikan mati mengapung — dari ukuran kecil hingga besar.

Bagi warga, sungai ini bukan sekadar sumber air, tapi juga sumber ekonomi dan kehidupan. Kini mereka takut untuk mandi, mencuci, apalagi menangkap ikan.

> “Airnya berubah warna dan baunya seperti cairan limbah. Ikan-ikan mati setiap hari. Kami khawatir kalau ini akibat pembuangan dari perusahaan di hulu sungai,” ujar salah satu warga, Selasa (21/10/2025).

P2NAPAS Desak DLH Segera Bertindak

Presiden Direktur LSM Pemuda Nusantara Pas-Aman (P2NAPAS), Ahmad Husein Batu Bara, menilai lambatnya respon pemerintah daerah berpotensi memperburuk keadaan. Ia menegaskan agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat bersama DLH Provinsi Sumatera Barat segera turun tangan melakukan uji laboratorium terhadap sampel air.

> “Kami minta DLH tidak sekadar turun memotret lokasi dan membuat laporan formalitas. Harus ada investigasi ilmiah dan terbuka kepada publik,” tegas Ahmad Husein Batu Bara kepada Presesimedia.com.

“Jika hasil uji membuktikan adanya pelanggaran pengelolaan limbah industri, maka pelaku harus ditindak tegas. Tidak boleh lagi ada kompromi terhadap pencemar lingkungan,” tambahnya.

Minta Gakkum KLHK dan Aparat Hukum Turun

P2NAPAS juga mendesak agar penanganan kasus ini tidak berhenti di level daerah, tetapi melibatkan Gakkum KLHK dan Polres Pasaman Barat agar proses penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

Menurut Ahmad Husein, kasus kematian ikan massal ini adalah indikator awal kerusakan ekosistem yang mengancam keberlanjutan hidup masyarakat sekitar.

> “Ketika sungai mati, kehidupan rakyat ikut mati. Pemerintah tidak bisa lagi menutup mata,” katanya.

Warga Harap Ada Pemulihan Nyata

Warga berharap pemerintah dan perusahaan sekitar sungai berkoordinasi mencari solusi pemulihan air secara menyeluruh. Mereka menuntut transparansi hasil uji laboratorium dan langkah nyata perbaikan kualitas air sungai.

Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa pembangunan tanpa kontrol lingkungan hanya akan meninggalkan jejak bencana ekologis bagi generasi berikutnya.

Reporter: Oloan Hasibuan

Editor: Redaksi Presesimedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed