Breaking News:  Puluhan Siswa SD dan TK di Agam Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis.

DAERAH105 Dilihat

Agam-Presesimedia.com,
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban. Puluhan siswa SD dan TK di Nagari Manggopoh serta Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG pada Rabu (1/10).

Puluhan siswa terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit dengan gejala serupa: mual, muntah, hingga sakit perut. Ironisnya, dapur penyedia MBG di wilayah tersebut setiap hari melayani sekitar 3.000 anak sekolah.

Berdasarkan data Pemkab Agam kepada media, Saat ini tercatat sebanyak 110 orang korban terdampak, yang menjalani perawatan di 4 lokasi masing-masing di Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubuk Basung, RSIA Rizky Bunda dan Puskesmas Lubuk Basung pada  (2/10) yang membuat pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus.

Baca Juga:

Ombudsman RI Temukan Empat Potensi Maladministrasi dalam Program Makan Bergizi Gratis https://presisimedia.com/ombudsman-ri-temukan-empat-potensi-maladministrasi-dalam-program-makan-bergizi-gratis/

Dari Data Badan Gizi Nasional mencatat hingga 30 September 2025, sudah 6.517 anak di seluruh Indonesia menjadi korban keracunan MBG sejak program ini diluncurkan awal tahun. Rangkaian kasus yang berulang menegaskan lemahnya pengawasan terhadap keamanan pangan siswa.

Menanggapi Keracunan MBG di Kabupaten Agam Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman (P2NAPAS), Ahmad Husein Batu Bara, ketika dihubungi lewat pesan singkat WhatsApp mengatakan mengecam keras kejadian ini.

> “Ini bukan sekadar kelalaian. Kalau anak-anak sampai keracunan akibat program resmi pemerintah, itu artinya ada pembiaran sistemik. MBG bukan lagi program bergizi, tapi sudah berubah menjadi mesin pembunuh generasi,” tegas Ahmad Husein, Kamis (2/10).

“Kami dari P2NAPAS akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika pemerintah daerah dan penyedia MBG tidak bertanggung jawab, maka jelas ada skandal besar. Nyawa anak-anak bukan alat eksperimen politik,” ujarnya.

Baca juga :

“Program Makan Bergizi Gratis: Gizi untuk Anak atau Risiko untuk Kesehatan? | PRESISIMEDIA.COM” https://presisimedia.com/program-makan-bergizi-gratis-gizi-untuk-anak-atau-risiko-untuk-kesehatan/

Gelombang kritik masyarakat semakin meluas. Beberapa poin desakan utama adalah:

1. Audit total seluruh dapur MBG di Agam dan Sumatra Barat.

2. Penghentian sementara distribusi MBG hingga ada jaminan keamanan pangan.

3. Pertanggungjawaban hukum bagi penyedia MBG yang lalai.

4. SOP baru yang ketat untuk memastikan keamanan makanan anak.

Program MBG digadang-gadang pemerintah sebagai investasi kesehatan generasi emas. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan ribuan anak masuk rumah sakit akibat makanan yang seharusnya menyehatkan.

Tanpa langkah tegas dan transparan, MBG tidak akan dikenang sebagai program unggulan, melainkan sebagai “bom waktu” yang mengkhianati masa depan anak bangsa.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *