Banjir 1,5 Meter Lumpuhkan Lubuk Buntar dan Gunung Bungkuk, Warga  Air Bangis Desak Pemerintah Bertindak Cepat

DAERAH76 Dilihat

Pasaman Barat – presesimedia.com. Hujan sangat lebat yang mengguyur wilayah Lubuk Buntar, Gunung Bungkuk, dan Lubuk Buaya di Nagari Air Bangis, Kecamatan Ranah Beranggap, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, sejak tanggal 21 hingga hari ini, menyebabkan banjir setinggi sekitar 1,5 meter dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Jalan utama yang menjadi satu-satunya akses penghubung antar-kampung terendam air, rusak parah, berlubang, dan tidak dapat dilalui. Akibatnya, anak-anak tidak bisa bersekolah, sementara warga yang menggantungkan hidup dari kebun dan pertanian terpaksa kehilangan penghasilan.

Distribusi hasil pertanian terhenti, akses ke fasilitas kesehatan terganggu, dan aktivitas ekonomi masyarakat nyaris lumpuh total.

> “Kami sudah lama mengajukan pembangunan jalan ke pemerintah pusat, tapi sampai saat ini belum ada realisasi. Setiap hujan lebat, pasti banjir dan jalan semakin rusak. Kami minta pemerintah benar-benar memperhatikan kampung kami,” ujar salah seorang warga Lubuk Buntar.

Warga menyebut, kondisi tersebut bukan hal baru. Jalur Lubuk Buntar – Gunung Bungkuk – Lubuk Buaya telah lama menjadi titik rawan banjir. Minimnya drainase serta buruknya kondisi badan jalan memperparah genangan air dan mempercepat kerusakan infrastruktur.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada fisik jalan, tetapi juga berpotensi memicu krisis sosial dan ekonomi, seperti meningkatnya angka kemiskinan, terhambatnya pendidikan, hingga risiko gangguan kesehatan akibat genangan air yang berkepanjangan.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta Pemerintah Pusat untuk segera turun ke lokasi dan mengambil langkah nyata, di antaranya:

1. Menurunkan tim tanggap darurat (BPBD, Dinas Sosial, Dinas PU) ke lokasi terdampak

2. Menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terisolasi

3. Memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan sebagai proyek mendesak

4. Membangun sistem drainase permanen untuk mencegah banjir berulang

> “Kami tidak menuntut yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan yang layak supaya kami bisa bekerja dan anak-anak bisa sekolah seperti biasa,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian wilayah masih tergenang air, akses jalan belum bisa dilalui secara normal, dan warga bertahan dengan keterbatasan sambil menunggu respons nyata dari pemerintah.

 

Ismail Hasan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed