Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai Indonesia tidak seharusnya berada dalam forum perdamaian yang dinilai mengabaikan pelanggaran hukum internasional.
Jakarta, PresisiMedia.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendesak Presiden Prabowo Subianto agar membawa Indonesia keluar dari forum internasional Board of Peace (BoP) menyusul serangan militer terhadap Iran yang memicu kecaman di berbagai belahan dunia.
Desakan tersebut disampaikan Anies melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya.
Dalam pernyataannya, mantan calon presiden pada Pilpres 2024 itu mengingatkan bahwa Indonesia sejak awal berdiri memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian dunia dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.
Ia mengutip amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Menurut Anies, Indonesia selama ini memiliki reputasi sebagai negara yang aktif memperjuangkan keadilan internasional dan menjadi suara bagi negara-negara berkembang. Hal tersebut tercermin sejak Indonesia mempelopori Konferensi Asia Afrika serta berperan dalam Gerakan Non-Blok.
Namun ia mempertanyakan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang disebut diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Secara resmi forum tersebut mengusung agenda perdamaian, namun menurut Anies tindakan militer terhadap Iran tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa justru bertentangan dengan prinsip hukum internasional.
“Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tidak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia,” ujar Anies.
Ia menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia bukan berarti harus bergabung dengan semua forum internasional tanpa seleksi.
Indonesia, menurutnya, perlu memilih forum yang sejalan dengan prinsip membela kedaulatan negara, menegakkan hukum internasional, serta melindungi bangsa-bangsa yang menjadi korban agresi.
Anies juga menilai momentum serangan terhadap Iran dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengevaluasi posisinya dalam forum tersebut.
“Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri,” tegasnya.
Pernyataan Anies tersebut diperkirakan akan memicu diskusi lebih luas mengenai arah kebijakan politik luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Redaksi.
