Pasaman — presesimedia.com Kepolisian Resor Pasaman belum memberikan penjelasan detail ihwal insiden jatuhnya alat berat di Simpang Alahan Mati. Peristiwa yang terjadi di jalur utama kabupaten itu menimbulkan serangkaian pertanyaan mengenai kelayakan truk pengangkut, prosedur keselamatan, dan koordinasi antarinstansi dalam pengawasan angkutan alat berat.
Wartawan Presesimedia.com mengajukan sepuluh pertanyaan klarifikasi kepada Kasatlantas Polres Pasaman. Pertanyaan itu mencakup kronologi resmi versi kepolisian, pemeriksaan teknis truk pengangkut ekskavator, SOP ketika kendaraan mogok di jalan raya, hingga potensi penetapan tersangka setelah pemeriksaan saksi-saksi.

Kasatlantas hanya memberikan jawaban singkat.
“Kasus masih dalam proses penyidikan, perkembangan nanti kita sampaikan,” ujarnya melalui pesan singkat.
Sejumlah poin krusial tetap belum dijelaskan, termasuk apakah kendaraan tersebut telah melalui uji laik jalan serta bagaimana koordinasi kepolisian dengan Dinas Perhubungan dalam pengawasan angkutan alat berat. Minimnya keterangan memicu kritik dari masyarakat yang menilai penanganan kasus ini berjalan lambat.
Ketika dihubungi terpisah, Kapolres Pasaman memberikan respons serupa.
“Langsung saja ke Kasatlantas-nya, Pak,” kata Kapolres.
Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan angkutan berat di jalur rawan. Meski penyidikan tengah berjalan, publik menunggu penjelasan yang lebih komprehensif mengenai temuan awal penyelidikan, langkah pengamanan lokasi kejadian, serta evaluasi sistem keselamatan lalu lintas untuk mencegah kejadian serupa.
(Ismail Hasan)
Presesimedia.com



