Air Bangis: Ribuan Ton Bijih Besi Sekali Angkut, Warga Hanya Dapat Jalan Rusak

Pasaman Barat – Presesimedia.com

Di balik gegap gempita pengapalan bijih besi dari Air Bangis yang bisa mencapai ribuan ton sekali berangkat, tersimpan ironi yang mengiris rasa keadilan sosial. Nilai ekspor bijih besi di pasar internasional Artinya, sekali kapal berangkat, potensi nilai ekspor menembus Miliaran rupiah

Foto dok.Pengapalan Biji Besi di Pelabuhan Teluk tapang (12/9

Namun, berbanding terbalik dengan angka fantastis itu, warga sekitar tambang justru harus bergelut dengan jalan rusak, debu tambang, dan fasilitas umum yang minim perbaikan. Perusahaan tambang PT. GMK dituding lebih peduli pada keuntungan hasil bumi ketimbang nasib masyarakat yang setiap hari menanggung dampak.

“Kalau sekali angkut nilainya puluhan miliar, apa salahnya sebagian kecil dialokasikan untuk memperbaiki jalan desa atau membantu sekolah? Jangan hanya menguras bumi, tapi meninggalkan luka pada masyarakat,” tegas Ahmad Husein Batu Bara, Ketua Umum LSM P2NAPAS – Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman, saat dimintai tanggapan.

CSR yang Jauh dari Harapan

 

Investigasi lapangan LSM P2NAPAS menemukan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. GMK sangat minim. CSR lebih sering diarahkan untuk kegiatan seremonial atau program sekali lewat, tanpa dampak jangka panjang bagi warga. Jika dibandingkan, kontribusi sosial perusahaan bahkan tidak sampai 1% dari potensi nilai ekspor per tahun.

Padahal, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, CSR bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban hukum bagi perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam.

Jalan Rusak, Sekolah Kumuh, Warga Tersisih

Kondisi jalan menuju area tambang penuh lubang, licin saat hujan, dan berdebu saat panas. Truk-truk pengangkut bijih besi setiap hari melintas, memperparah kerusakan jalan desa. Sementara itu, anak-anak sekolah di sekitar tambang harus belajar dengan fasilitas seadanya, jauh dari standar yang layak.

“Setiap kali kapal besar berangkat membawa ribuan ton bijih besi, hati kami ikut tergores. Kami melihat hasil bumi kami keluar, tapi yang tertinggal hanyalah jalan rusak dan janji-janji kosong perusahaan,” ujar seorang warga Air Bangis dengan nada getir.

Seruan Perubahan

Ahmad Husein mendesak PT. GMK untuk segera menunaikan tanggung jawab sosialnya secara nyata. “CSR bukan sekadar laporan untuk pemegang saham, tapi bukti keadilan sosial bagi masyarakat sekitar. Kami menuntut perbaikan jalan, dukungan pendidikan, dan bantuan kesehatan segera dilakukan,” katanya.

P2NAPAS menegaskan bahwa jika perusahaan terus abai, pihaknya siap membawa persoalan ini ke ranah hukum dan meminta penegak hukum memeriksa praktik bisnis tambang yang dianggap tidak seimbang dengan kontribusi sosial.

Baca juga :

https://presisimedia.com/p2napas-desak-presiden-copot-dua-menteri-gara-gara-main-domino-dengan-exs-tersangka-pembalakan-liar/

(Oloan Ismail)

Editor Redaksi Presesimedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *