
Pasaman, Presesimedia.com.– Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Rao Utara dengan nilai Rp 784 juta dari APBN 2025 kembali memantik kritik publik. Alih-alih menunjukkan progres signifikan, kondisi pembangunan di lapangan justru memprihatinkan: gedung tampak setengah jadi, rangka atap belum sempurna, dinding belum rampung, dan aktivitas pekerja hampir tidak terlihat.
Padahal kontrak proyek berjalan 120 hari kalender, dari 3 Agustus hingga 1 Desember 2025. Dengan sisa waktu yang semakin tipis, tidak ada tanda-tanda percepatan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi?
LSM P2NAPAS: “Ini Tidak Normal, Ada yang Salah!”
Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, tidak menutupi kekecewaannya.
> “Pekerjaan sebesar ini seharusnya jauh lebih terukur. Fakta di lapangan menunjukkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan potensi penyimpangan anggaran. Kami meminta APH untuk turun tangan,” tegasnya.
Ia menyebutkan bahwa progres yang stagnan bukan sekadar masalah teknis, tetapi indikasi kegagalan manajemen proyek dan kemungkinan adanya persoalan yang lebih serius.
> “Ini uang negara, uang rakyat. Jika dibiarkan, proyek pendidikan bisa berubah menjadi kerugian jangka panjang. Jangan tunggu sampai bangunan bermasalah — selesaikan penyimpangannya sejak sekarang,” tambahnya.
Minim Transparansi dan Lemah Kontrol Lapangan
Dalam tinjauan tata kelola proyek, beberapa masalah terlihat jelas:
Tidak ada percepatan meski waktu sudah kritis
Pengawasan lemah dari pihak terkait
Informasi progres tidak transparan
Pelaksana tidak memberikan keterangan resmi
Kualitas pengerjaan menunjukkan tanda bahaya
Kondisi tersebut bukan sekadar keterlambatan — ini gambaran sistem yang tidak berjalan.
Pihak Pelaksana Bungkam, Publik Resah
Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek belum memberi penjelasan apa pun terkait keterlambatan dan strategi perbaikan. Sikap diam ini justru memperbesar kecurigaan publik.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dan aparatur pengawas segera memastikan proyek ini tidak berubah menjadi contoh buruk penggunaan anggaran pendidikan.
LSM P2NAPAS Siap Kawal dan Laporkan
LSM P2NAPAS menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan siap menyampaikan laporan resmi apabila ditemukan bukti ketidaksesuaian lebih lanjut.
Bagi warga Rao Utara, pembangunan sekolah bukan sekadar proyek — ini adalah investasi masa depan anak-anak mereka. Karena itu, penyimpangan sekecil apa pun wajib ditindak.
(Tim Redaksi)


