Tragedi Alahan Mati Jadi Peringatan Serius tentang Minimnya Manajemen Risiko
Sumatera Barat — Presesimedia.com
Peristiwa meninggalnya SY, mantan Ketua DPRD Pasaman, akibat tertimpa alat berat yang terjatuh dari truk pengangkut di Simpang Alahan Mati Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman pada Rabu (3/12/2025), kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan dalam aktivitas pengangkutan alat berat di Sumatera Barat.
Insiden bermula ketika truk tronton pengangkut ekskavator dilaporkan mogok di tengah jalan. Pada saat proses penanganan, alat berat tersebut terjatuh dan menimpa korban yang sedang menjalankan agenda kunjungan kemanusiaan. Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi serta menyita kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyidikan.

Namun, menurut pengamat kebijakan publik di Sumatera Barat, peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan biasa semata.
“Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini tanda bahwa ada celah dalam sistem pengawasan keselamatan yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Sorotan pada Pengawasan dan Standar Teknis
Pengamat menilai ada beberapa titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius:
Kelayakan teknis kendaraan pengangkut alat berat
Prosedur bongkar-muat dan penanganan saat terjadi gangguan teknis
Kesiapan operator dan sertifikasi kompetensi
Pengawasan lintas instansi selama alat berat melintas di jalur umum
Aktivitas pengangkutan alat berat di Sumbar meningkat pesat seiring percepatan pembangunan, namun standar keselamatan dianggap belum mengikuti percepatan tersebut.
Harapan Publik: Pengawasan Lebih Ketat dan Transparansi
Publik mendorong Polda Sumbar memberikan supervisi lebih kuat terhadap penyidikan di tingkat Polres Pasaman, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terkait SOP pengangkutan alat berat di wilayah provinsi.
Beberapa rekomendasi yang mengemuka:
Evaluasi regulasi teknis pengangkutan alat berat
Penegakan wajib uji kelayakan kendaraan
Penetapan zona aman selama proses penanganan alat berat di jalan
Komunikasi terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat
Penyampaian rekomendasi kebijakan pasca-penyidikan agar insiden serupa tidak terulang
Pihak Kepolisian Belum Memberikan Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Sumbar serta Kapolres Pasaman masih belum memberikan respon resmi ketika dikonfirmasi mengenai tindak lanjut penanganan insiden tersebut.
Koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi hal mendesak untuk memastikan keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama di setiap aktivitas pembangunan.
(Ismail Hasan)
Editor Redaksi Presesimedia.com
