P2NAPAS Desak Bupati Bengkulu Selatan: Klarifikasi dan Informasi Proyek CPO Mini

BENGKULU SELATAN – Presesimedia.com. LSM Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman (P2NAPAS) resmi melayangkan surat permintaan informasi dan konfirmasi kepada Bupati Bengkulu Selatan terkait pembangunan Pabrik CPO Mini. Proyek yang sempat menjadi program unggulan Bupati terdahulu ini hingga kini belum beroperasi, meskipun miliaran rupiah dari anggaran negara telah digelontorkan.

Pergantian pucuk pimpinan pemerintah daerah ternyata tidak otomatis memperbaiki atau mengevaluasi operasional proyek, sementara publik menunggu transparansi penggunaan anggaran.

Baca juga  

 https://presisimedia.com/miliaran-anggaran-cpo-mini-mangkrak-p2napas-desak-klarifikasi-dan-audit/

Permintaan Informasi LSM P2NAPAS

Dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Ahmad Husein Batu Bara, LSM menuntut klarifikasi terkait:

Status operasional Pabrik CPO Mini.

Jumlah anggaran yang telah digunakan, sumber dana, dan mekanisme pengeluarannya.

Rencana pengelolaan aset agar proyek memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dokumentasi perencanaan, realisasi anggaran, dan evaluasi proyek sejak pembangunan.

Dana negara lebih dari Rp2 miliar sudah digunakan, tetapi hingga kini pabrik belum beroperasi. Lantas, siapa yang bertanggung jawab?” – Ketua DPW P2NAPAS

“Uang rakyat sudah dikeluarkan, namun masyarakat belum merasakan manfaatnya. Pemerintah daerah harus memberikan klarifikasi resmi, dan audit independen menjadi langkah mutlak agar proyek ini tidak menjadi beban negara.”

Desakan Klarifikasi & Audit Terbuka

LSM P2NAPAS menegaskan pemerintah daerah harus:

Membuka dokumen perencanaan dan realisasi anggaran proyek

Menjelaskan alasan teknis dan administratif pabrik belum beroperasi

Menyampaikan rencana tindak lanjut agar proyek memberi manfaat nyata bagi masyarakat

Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci agar uang rakyat tidak terbuang percuma.” – Ahmad Husein Batu Bara

Temuan Lapangan

Hasil investigasi menunjukkan kondisi memprihatinkan di lokasi:

Tidak ada pengurus atau petugas pabrik.

Mesin dan bangunan tidak difungsikan.

Banyak besi tua dan peralatan tidak terawat, menurunkan nilai aset negara.

Pelajaran Bagi Pemerintahan Saat Ini

Kasus CPO Mini menjadi alarm bagi pemerintah daerah: evaluasi, pengawasan, dan pertanggungjawaban harus ditegakkan agar proyek publik tidak sia-sia.

Hingga berita ini diterbitkan, Presesimedia.com masih menunggu konfirmasi resmi dari Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan dan Dinas Pertanian.

(Iklandiyanto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *