
Mandailing Natal | Presesimedia.com – PW Fast Respon (FR) Nusantara Mandailing Natal secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap aktor utama di balik aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Muara Pungkut yang telah merenggut nyawa seorang warga.
Desakan tersebut disampaikan Ketua PW Fast Respon Nusantara Mandailing Natal, Sutan Nasution, pada Selasa (03/02/2026). Ia menyoroti lambannya pengungkapan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tertimbunnya tiga warga di lokasi tambang ilegal pada Sabtu (31/01/2026) lalu.
“Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ada aktivitas tambang ilegal, ada korban jiwa, dan ada dua warga lain yang mengalami luka berat. Namun hingga hari ini, publik belum mendapat kejelasan siapa aktor utama yang harus bertanggung jawab,” tegas Sutan.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga Desa Huta Dangka dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius berupa patah kaki dan cedera di bagian kepala. Ironisnya, hingga beberapa hari pascakejadian, belum ada pernyataan resmi terkait inisial pemilik atau pengelola tambang ilegal tersebut.
Sutan menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, seolah-olah praktik pertambangan ilegal sulit disentuh hukum meski telah memakan korban jiwa.
“Jika kasus dengan korban meninggal saja tidak segera diungkap secara terang, wajar bila publik mempertanyakan ketegasan penegakan hukum. Jangan sampai hukum terlihat tumpul ketika berhadapan dengan tambang ilegal,” ujarnya.
Sebagai mitra strategis kepolisian, Fast Respon Nusantara menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum dan perlindungan masyarakat, bukan untuk melemahkan institusi.
Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan terhadap aktivitas PETI di Mandailing Natal berpotensi terus memakan korban jika tidak disertai tindakan tegas terhadap para aktor utamanya.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan menunggu korban berikutnya baru ada tindakan nyata,” kata Sutan.
Fast Respon Nusantara Mandailing Natal menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mendorong APH bertindak transparan, profesional, serta berani mengungkap aktor tambang ilegal demi kepastian hukum, keadilan bagi korban, dan rasa aman bagi masyarakat.
(S.N)
