
Pasbar-Presesimedia.com
Tragedi ledakan tabung oksigen di RSUD Pasaman Barat, beberapa hari yang lalu, bukan sekadar insiden teknis. Dua orang menjadi korban, satu di antaranya harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat luka serius hingga membutuhkan tindakan amputasi. Peristiwa ini tidak hanya melukai fisik, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap standar keselamatan di rumah sakit milik pemerintah.
Baca Juga:
*Bau Sampah RSUD Pasaman Barat Dikeluhkan Warga,*
https://presisimedia.com/bau-sampah-rsud-pasaman-barat-dikeluhkan-warga-manajemen-diminta-segera-berbenah/
Tabung oksigen—yang semestinya menjadi penopang hidup pasien—justru berubah menjadi bom waktu. Fakta bahwa tabung bisa disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan diisi ulang di area rumah sakit tanpa standar keselamatan, merupakan tamparan keras bagi tata kelola RSUD Pasbar.
Baca juga :
https://presisimedia.com/lsm-p2napas-awak-media-jalin-silaturahmi-dengan-danrem-032-wirabraja-brigjen-tni-mahfud/
Pihak manajemen RSUD Pasbar mengakui ledakan terjadi ketika seorang individu yang bukan petugas resmi memaksa melakukan pengisian tabung oksigen yang sudah dimodifikasi. Aktivitas ilegal ini lolos dari radar pengawasan. Hasilnya: tabung meledak, dua orang luka, dan nama RSUD Pasbar tercoreng.
Ini jelas bukan sekadar persoalan teknis. Oksigen adalah hak pasien, bukan aset bebas pakai. Fakta bahwa orang luar bisa mengakses fasilitas vital ini menunjukkan betapa lemahnya kontrol internal. Bila manajemen tidak segera melakukan pembenahan, masyarakat akan memandang RSUD Pasbar bukan lagi rumah sakit penyelamat nyawa, melainkan institusi rapuh yang gagal menjaga amanah publik.
Baca juga :
https://presisimedia.com/ledakan-oksigen-rsud-pasbar-polda-masih-menyidik-publik-menuntut-jawaban-tegas/
Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman (P2NAPAS), Ahmad Husein Batu Bara, menyuarakan kritik keras:
> “Tabung oksigen adalah aset negara yang hanya boleh dipakai untuk kepentingan pasien, bukan untuk bengkel atau kepentingan pribadi. Fakta ini menunjukkan lemahnya pengawasan di RSUD Pasbar. Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas, karena peristiwa ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam nyawa manusia,” tegasnya.
Ledakan ini harus menjadi alarm keras. RSUD Pasbar wajib memperketat pengawasan aset, menegakkan SOP tanpa kompromi, dan membuka transparansi kepada publik. Sebab, jika peristiwa ini dianggap sekadar kecelakaan, yang runtuh bukan hanya tabung oksigen, tetapi juga fondasi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Pasaman Barat.
Baca juga:
https://presisimedia.com/hutan-kamang-baru-diterkam-pembalakan-liar-publik-tagih-ketegasan-kapolres-sijunjung-dan-dishut-sumbar/
(Tim )
Editor: Pressesimedia.com
