Gudang Warga di Ujung Gading Terbakar, Aktivis Bongkar Bobroknya Fasilitas Damkar Pasaman Barat

DAERAH, Uncategorized130 Dilihat

Pasaman Barat,– presesimedia.com

Kebakaran yang melumat sebuah gudang penyimpanan barang bekas di Nagari Kuamang Alai, Kecamatan Lembah Melintang, Pasaman Barat, kembali membuka borok lama: rapuhnya sistem penanggulangan kebakaran di daerah ini.

Peristiwa memilukan ini seakan menjadi tamparan telak bagi Pemerintah Daerah. Alih-alih sigap melindungi warga, publik justru kembali disuguhkan bukti betapa Pasbar nyaris tak punya alat tempur memadai untuk melawan api.

Armada Damkar: Mati Suri di Atas Kertas

Dilangsir dari media Sinyalgonews.com Dari pengakuan warga, kondisi armada Damkar Pasbar jauh dari kata layak. Plat nomor kendaraan bahkan sudah kadaluwarsa. Dari dua unit mobil yang tersedia, satu telah mangkrak sejak 2018, sementara unit lainnya ikut menyusul tak berfungsi sejak 2023.

Tak hanya itu, alat penyemprot yang kerap macet membuat petugas sering tampil sebagai “penonton” di medan kebakaran. Situasi ini mempertegas dugaan kelalaian Pemda dalam menjalankan kewajibannya menyediakan fasilitas dasar demi keselamatan rakyat.

Aktivis: Jangan Lagi Sembunyi di Balik Defisit Anggaran

Aktivis Pasaman Barat, Abdul Basit Pulungan, yang hadir langsung di lokasi, melontarkan kritik keras.

“Jangan jadikan defisit anggaran sebagai tameng. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar angka dalam APBD. Kalau Pemda masih abai, sama saja bermain-main dengan keselamatan rakyatnya sendiri,” tegas Basit.

Ia bahkan memberi ultimatum: dalam waktu dua bulan, Pemda wajib membenahi fasilitas damkar. Mulai dari pengadaan alat baru, peremajaan armada lama, hingga pembangunan pos permanen di Kecamatan Lembah Melintang yang padat penduduk.

“Kalau tidak, kita semua tahu, perhatian baru datang setelah ada korban jiwa. Itu cara kerja yang kejam,” lanjutnya.

Janji Bupati Terpilih

Bupati terpilih, H. Yulianto, yang sempat meninjau lokasi saat perjalanan menuju Bateh Tarok, berjanji akan melakukan pembenahan total.

“Fasilitas damkar kita memang jauh dari memadai. Ini PR besar yang harus segera diperbaiki,” ujar Yulianto singkat.

Namun, masyarakat kini tidak butuh sekadar janji. Yang ditunggu adalah aksi nyata, terukur, dan transparan.

Titik Balik atau Sekadar Episode Biasa?

Kebakaran di Ujung Gading seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemda Pasbar. Apakah pemerintah masih rela berjudi dengan keselamatan warganya, atau siap bangkit memperkuat barisan damkar sebagai garda terdepan perlindungan publik?

Harapan warga jelas: jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak.

(Ismail Hasan/Oloan Hasibuan)

Editor Redaksi Presesimedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *