Gemparrr…!!! SMAN 17 Pekanbaru Belajar di Bawah Tower Listrik Tegangan Tinggi — Ironisnya, Akan Dibangun Ruangan Baru Lagi!

DAERAH, PENDIDIKAN81 Dilihat

Pekanbaru, Riau — Peesesimedia.com Dunia pendidikan kembali dibuat gempar. Di tengah semangat nasional meningkatkan mutu dan keselamatan pendidikan, publik justru dikejutkan oleh kenyataan bahwa SMAN 17 Pekanbaru melaksanakan kegiatan belajar mengajar tepat di bawah tower listrik bertegangan tinggi.

Lebih mengejutkan lagi, sekolah ini dikabarkan berencana menambah bangunan atau ruangan baru di lokasi yang sama, meskipun potensi bahaya kelistrikan dan paparan elektromagnetik jelas mengancam keselamatan siswa maupun tenaga pengajar.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar:

Apakah pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau benar-benar memahami risiko keselamatan di balik keputusan tersebut?

Ataukah ini cerminan nyata dari kemerosotan pengawasan dan lemahnya tanggung jawab pejabat pendidikan daerah?

Tokoh muda nasional dan pemerhati kebijakan publik, Rahmad Panggabean, MRE, menilai kasus ini sebagai bentuk nyata kebobrokan sistem dan hilangnya kepedulian terhadap keselamatan generasi penerus bangsa.

> “Ini bukan hanya soal pelanggaran teknis, tapi pelanggaran nurani. Bagaimana mungkin anak-anak dibiarkan belajar di bawah tower listrik bertegangan tinggi, dan malah mau dibangun ruang baru lagi? Ini logika yang terbalik!” tegas Rahmad.

Ia mendesak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk segera turun tangan dan mengevaluasi seluruh pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang diduga terlibat atau lalai dalam pengawasan.

> “Jika pejabat pendidikan sudah menutup mata terhadap bahaya yang nyata, maka mereka tak hanya gagal secara administratif — tapi juga secara moral,” lanjutnya.

Sejumlah kalangan menilai, langkah pembangunan baru di bawah tower listrik bukan hanya tidak bijak, tapi juga memalukan secara nasional.

Keselamatan siswa adalah tanggung jawab utama negara, bukan sekadar formalitas di atas kertas.

Kejadian di SMAN 17 Pekanbaru ini telah menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Jika keselamatan anak-anak saja bisa dikorbankan atas nama proyek atau pembangunan, maka kita sedang menyaksikan kemunduran moral dalam tata kelola pendidikan.

Sampai berita ini diterbitkan, media ini masih menunggu pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait aktivitas belajar mengajar serta rencana pembangunan tambahan di bawah tower listrik bertegangan tinggi di SMAN 17 Pekanbaru.

 

(Tim Redaksi Presesimedia.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *