
Jakarta – Pressesimedia.com
Sebuah skandal besar kembali mencoreng integritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Antonius Nicholas Stephanus Kosasih, mantan Direktur Utama PT Taspen (Persero), terkait dugaan korupsi investasi fiktif senilai Rp1 triliun.
Kasus ini bukan sekadar tindak pidana keuangan, melainkan pengkhianatan terhadap amanah jutaan aparatur sipil negara yang mempercayakan tabungan hari tua dan dana pensiun mereka kepada PT Taspen. Setiap rupiah yang dikorupsi berarti merampas hak guru, pegawai negeri, dan para pensiunan yang telah mengabdi seumur hidup demi bangsa.

Ironinya, jauh sebelum KPK turun tangan, LSM P2NAPAS sudah lebih dulu mengingatkan adanya dugaan investasi fiktif. Namun peringatan itu dijawab dengan kebohongan. Antonius Kosasih dengan lantang menepis tudingan, bahkan menyebutnya tidak berdasar. Kini, fakta di lapangan justru menelanjangi kebohongan tersebut. Publik jelas telah disesatkan oleh pernyataan palsu seorang direktur utama BUMN.
“Ini bukan hanya korupsi, tapi pengkhianatan terhadap rakyat kecil. Kami akan tempuh jalur hukum untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas Ahmad Husein Batu Bara, Ketua Umum P2NAPAS.
Skandal Taspen adalah cermin rapuhnya tata kelola BUMN. Transparansi yang selama ini dijanjikan ternyata hanya slogan kosong. Bagaimana mungkin seorang pejabat yang digaji miliaran per tahun justru membohongi publik, sementara hak rakyat diabaikan?

P2NAPAS menegaskan, langkah hukum yang diambil bukan untuk balas dendam, melainkan panggilan moral: memastikan dana pensiun rakyat tidak lagi jadi bancakan elit korup. Kasus ini harus jadi momentum bersih-bersih sistem investasi BUMN, bukan hanya menghukum individu pelaku, tetapi juga memperbaiki celah sistem yang rawan manipulasi.
Baca juga…
*Dugaan Korupsi Rp5,87 Miliar di UNAND, P2NAPAS Tuntut Rektor Bertanggung Jawab*
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia hanya bisa diwujudkan melalui keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Skandal Rp1 triliun ini menjadi alarm keras: BUMN harus kembali ke jati dirinya—mengabdi pada rakyat, bukan menipu rakyat.
(Ismail Hasan)
Editor Pressesimedia.com)
