Bumiharjo Buktikan Panen 10 Ton Per Hektare 

DAERAH, PERISTIWA13 Dilihat

Pati Jawa Tengah, Presisimedia.com — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengikuti panen raya padi dengan capaian produksi 10,28 ton per hektare di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong.

Kegiatan ini dilakukan bersama Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo sebagai pembuktian keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati.

Plt. Bupati Pati menjelaskan bahwa panen raya tersebut merupakan hasil kerja keras lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Ia menegaskan bahwa program 10 ton per hektare bukan sekadar target, tetapi telah teruji di lapangan melalui pendampingan intensif kepada petani.

Kegiatan hari ini, saya ditemani Pak Firman untuk membuktikan program satu hektare 10 ton di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong. Pagi ini sudah dicek dan hasilnya mencapai 10,28 ton. Ini program yang luar biasa karena tim pertanian dari kecamatan sampai desa bekerja keras melakukan sosialisasi dan pendampingan,” ujar Chandra.

Ia pun menambahkan bahwa peningkatan produksi tersebut tetap menggunakan pupuk subsidi secara penuh, dengan tambahan pupuk pendukung yang tepat.

Menurutnya, kombinasi tersebut mampu meningkatkan hasil panen yang sebelumnya hanya berkisar 5–7 ton per hektare menjadi lebih dari 10 ton.

Petani di sini masih menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung. Hasilnya produksi bisa mencapai 10,2 ton. Insya Allah semua beres. Cuma tinggal bantuan alat-alat pertanian ini yang mungkin Pak Firman bisa membantu kami,” kata Chandra.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Pati dalam mengoptimalkan produksi padi.

Ia menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan agenda nasional percepatan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan.

Ini patut diapresiasi karena faktanya capaian swasembada pangan nasional justru lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional di awal tahun ini mencapai 3,32 juta ton. Namun capaian ini harus dijaga keberlanjutannya dengan mengantisipasi gagal panen dan anomali cuaca,” ujar Firman.

Firman juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola pupuk dan penguatan peran negara dalam stabilisasi harga pangan.

Ia menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan kebijakan penguatan Bulog sebagai penyangga stok dan harga, serta mendorong penggunaan pupuk organik dan mikroba untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan pertanian nasional.pungkasnya

( wwhyu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *