
Pasaman – Presesimedia.com
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video bullying terhadap seorang siswa SD Negeri di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Video yang pertama kali diunggah melalui akun Facebook ini langsung viral, memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat luas.
Baca Juga
*Bau Sampah RSUD Pasaman Barat Dikeluhkan Warga,*
https://presisimedia.com/bau-sampah-rsud-pasaman-barat-dikeluhkan-warga-manajemen-diminta-segera-berbenah/
Dalam rekaman tersebut, korban tampak mendapat perlakuan tidak pantas dari teman sebayanya. Peristiwa ini membuat publik menuding lemahnya pengawasan sekolah dan menuntut pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Kadisdik Akui, Tim Gabungan Turun ke Lapangan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Gunawan, akhirnya membenarkan insiden ini. Ia menyebut pihaknya sudah turun langsung bersama Polres Pasaman dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
> “Kita bersama tim dari Polres dan DP3AP2KB sudah turun ke SD tersebut. Kami juga meninjau langsung kondisi korban,” ujarnya.
DP3AP2KB Pastikan Korban Didampingi
Kepala Dinas DP3AP2KB Pasaman menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Unit PPA Polres.
> “Benar, kemarin kami dapat informasi dari PPA Polres. Korban sudah kita dampingi ke RS Tuanku Imam Bonjol. Hari ini tim bersama Dinas Pendidikan turun ke sekolah dan meninjau korban. Laporan lengkap belum kami terima, tetapi langkah sesuai tupoksi tetap kami jalankan,” ungkapnya.
Publik Desak Transparansi, Stop Reaktif karena Viral
Meski aparat dan dinas terkait turun tangan, publik menilai pemerintah daerah masih bersikap reaktif: baru bergerak setelah kasus viral di media sosial. Masyarakat menuntut transparansi penuh, evaluasi sistem pengawasan sekolah, dan perlindungan nyata bagi korban.
Kasus ini menambah panjang daftar bullying di sekolah yang terus berulang. Warga berharap insiden di Pasaman tidak sekadar selesai lewat mediasi, melainkan menjadi momentum perbaikan menyeluruh di dunia pendidikan Sumatera Barat.
Redaksi.
