Andre Rosiade Janjikan Infrastruktur Dua Koto, Publik Menunggu Realisasi

Pasaman — presesimedia.com. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan komitmen pembangunan jalan rabat beton sepanjang empat kilometer dan satu jembatan gantung di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, dengan total anggaran Rp26,5 miliar.

Janji tersebut disampaikan saat Andre meninjau langsung lokasi jembatan putus di Nagari Cubadak Barat, wilayah yang selama ini memiliki akses jalan terbatas dan berisiko tinggi. Perhatian publik meningkat setelah beredarnya video bidan Dona Lubis, yang menyeberangi sungai deras demi memberikan layanan kesehatan kepada pasien tuberkulosis.

Baca juga 

 https://presisimedia.com/komitmen-polda-sumut-ditunggu-publik-minta-penanganan-kasus-peti-muara-pungkut-transparan-dan-tuntas/

Dalam kunjungannya pada Rabu (13/8/2025), rombongan Andre Rosiade didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Roseimi, anggota DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak, serta Bupati dan Wakil Bupati Pasaman. Selain meninjau lokasi, Andre juga menerima proposal pembangunan tower Telkomsel dari masyarakat setempat, yang direncanakan mulai dibangun awal tahun 2026.

Meski komitmen tersebut disambut positif, publik tetap menaruh perhatian pada realisasi. Kondisi akses menuju tiga desa dengan sekitar 670 jiwa telah berlangsung bertahun-tahun: jalan sempit, curam, dan berlumpur saat hujan menjadi risiko harian bagi anak sekolah, tenaga kesehatan, dan warga.

Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menekankan bahwa janji pembangunan perlu kepastian waktu dan mekanisme pengawasan agar tidak berhenti pada tataran pernyataan semata. Prosedur administratif memang penting, tetapi pengalaman sebelumnya menunjukkan keterlambatan kerap terjadi jika tidak disertai tenggat yang jelas dan transparansi proses kepada publik.

Hingga berita ini tayang, Andre Rosiade belum memberikan keterangan resmi kepada presesimedia.com terkait kepastian waktu pelaksanaan, mekanisme pengawasan, dan tahapan realisasi proyek.

Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut. Realisasi di lapangan menjadi tolok ukur utama untuk menilai apakah janji ini akan berujung nyata atau kembali menjadi catatan panjang penantian warga.

Redaksi Presesimedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *