Mandailing Natal, presesimedia.com. PW Fast Respon (FR) Nusantara Mandailing Natal, minta kepolisian untuk mengungkap inisial pemilik tambang emas ilegal yang memakan korban jiwa pada Sabtu 31 Januari 2026 kemarin.
Hal ini diungkapkan oleh ketua PW Fast Respon Mandailing Natal (Madina ) Sutan Nasution, Selasa (03/01/26). Sejak peristiwa tertimbunnya tiga orang warga pada Sabtu kemarin, hingga kini belum ada inisial ataupun yang bertanggungjawab atas tewasnya seorang warga Desa Huta Dangka di lokasi tambang tersebut.
Selain menewaskan seorang warga dua orang lainnya juga turut mengalami luka luka, seperti patah kaki dan luka pada bagian kepala.
“Sebagai mitra dari kepolisian, Fast Respon Nusantara meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap siapa pemilik tambang tersebut, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya di tengah tengah masyarakat,” ujar Sutan.
Ini kan sudah tiga hari, dan belum ada yang bertanggungjawab atas insiden itu, kita juga tidak tahu seperti apa kelanjutan dari peristiwa tersebut,”tambahnya.
Selaku ketua FRN Mandailing Natal, Sutan berharap agar para pemilik tambang juga memikirkan keselamatan warga, dan pekerja. Serta memperhatikan kondisi lingkungan.
(S.N)


