
Batahan, Mandailing Natal presesimedia.com – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di halaman MTs Swasta Nahdlatul Ulama, Desa Sari Kenanga, Kecamatan Batahan. Acara berlangsung dari 21 hingga 23 November dan dihadiri lebih dari 1.500 kepala sekolah dan guru.
Porseni ini menawarkan kompetisi olahraga seperti voli, tenis meja, bulutangkis, dan tarik tambang, serta lomba seni berupa vokal solo dan tari kreasi. Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi besar Pemkab Madina untuk meningkatkan kapasitas guru melalui kolaborasi, kreativitas, dan kebugaran.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah menegaskan komitmen kuat Pemkab Madina terhadap pendidikan. Dia mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan untuk APBD 2026 dialokasikan sekitar Rp 750 miliar, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Bumi Gordang Sambilan.
Lebih jauh, Saipullah mengumumkan rencana pembentukan sekolah unggulan di tiap kecamatan, yang diharapkan mampu menjadikan Madina sebagai “lumbung sumber daya manusia unggul”. Pemerintah daerah bahkan telah menjajaki kerja sama dengan yayasan, termasuk di Sibolga, demi realisasi visi ini.
“Kita bersama-sama ingin menjadikan Madina ini salah satu lumbung SDM unggul, maka kita harus lakukan,” ujarnya.
Bupati juga mengajak para guru untuk tidak cepat berpuas diri. Di tengah percepatan teknologi, ia mendorong pendidik untuk terus mengembangkan kemampuan, termasuk memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) agar kapasitas mengajar semakin maju.
Selain itu, Saipullah menyatakan bahwa kritik atau pemberitaan yang menunjukkan kelemahan pemerintah justru menjadi bahan penting untuk evaluasi dan perbaikan: “Dari situ bisa dilihat mana yang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan.”
Dukungan Pemerintah Daerah dan Aspirasi Guru
Kepala Dinas Kesehatan Madina, Muhammad Faisal Situmorang, menyatakan apresiasi atas lokasi Porseni di Batahan. Menurutnya, acara sebesar ini di kecamatan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan pendidikan.
Sementara itu, Ketua PGRI Madina, Defrion Chaniago, menyampaikan sejumlah aspirasi guru kepada Bupati Saipullah. Di antaranya, pengakhiran intimidasi dan kriminalisasi tenaga pendidik, serta penggajian tepat waktu, agar guru bisa bekerja dengan tenang dan penuh semangat. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kapabilitas dan disiplin kerja bersama pemerintah dan dinas terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat seperti Pj. Sekda Sahnan Pasaribu, Kadis PMD Irsal Pariadi, Plt. Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, dan Plt. Kadis PUPR Akhmad Faisal.
(SN)
