Sebelas Bulan Tanpa Dana Hibah, Pendidikan Pasaman Terancam Lumpuh

PENDIDIKAN116 Dilihat

foto Ilustrasi, Guru Menangis, Murid Kehilangan Semangat, Pemerintah Belum Beri Kepastian

Pasaman, Sumatera Barat –  Presesimedi.com. Hampir setahun penuh dana hibah pendidikan di Kabupaten Pasaman tak kunjung cair.

Para guru, pengasuh , dan pengelola sekolah swasta kini hanya bisa menatap ruang kelas yang mulai kosong dan dinding yang retak, sembari menahan harapan yang semakin menipis.

Dana hibah dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut sejatinya diperuntukkan bagi pesantren, MAN, MTsN, SMK swasta, dan SMA swasta. Namun hingga November 2025, tak satu pun lembaga pendidikan menerima dana yang telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Pasaman itu.

> “Kami terus mengajar, meski listrik sering padam dan gaji belum jelas. Kami hanya ingin janji itu ditepati,” ujar seorang guru madrasah di Pasaman Timur, Kamis (13/11).

Kondisi ini membuat dunia pendidikan Pasaman berada di ambang lumpuh.

Banyak kegiatan belajar mengajar terhenti, fasilitas rusak tak tertangani, bahkan sejumlah guru honorer memilih beristirahat karena tak sanggup lagi bertahan.

Ironisnya, ketika pemerintah daerah gencar berbicara soal transformasi pendidikan dan kualitas SDM unggul, Pendidikan Gratis, kenyataannya justru dana hibah yang menjadi urat nadi pendidikan rakyat kecil dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

Ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp pada Rabu (13/11), Kepala Bagian Keuangan Daerah Kabupaten Pasaman Teguh Suprianto tidak membantah keterlambatan pencairan dana hibah ini, namun hingga berita ini diturunkan, belum memberikan tanggapan resmi.

> “Kami malu pada murid. Kami ajarkan kejujuran dan tanggung jawab, tapi pemerintah sendiri abai pada janji,” ucap seorang guru perempuan  di Pasaman dengan mata berkaca-kaca.

Kini, tanggung jawab moral dan kepercayaan publik berada di tangan Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Sebab jika dana hibah pendidikan terus tertahan tanpa kejelasan, bukan hanya sekolah yang berhenti berfungsi — tapi juga masa depan anak-anak Pasaman yang perlahan padam bersama janji yang tak ditepati.

Bersambung….

Tim Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *