Misteri Belanja Akomodasi Rp216 Juta, Publik Pertanyakan Integritas Pemprov Sumbar

BERITA UTAMA93 Dilihat

Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah

Padang – Presesimedia.com

Publik Sumatera Barat tengah menyoroti kejanggalan dalam pos belanja akomodasi Pemerintah Provinsi. Tercatat anggaran Rp216 juta telah dikeluarkan, namun tanpa identitas penerima yang jelas dan bukti akuntabel yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga

https://presisimedia.com/belanja-akomodasi-rp216-juta-tanpa-identitas-jelas-publik-tagih-jawaban-tegas-gubernur-sumbar/

Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana uang rakyat bisa cair tanpa detail penerima? Di tengah tuntutan transparansi, praktik semacam ini dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah.

“Ini bukan soal angka semata, melainkan soal integritas. Belanja tanpa identitas jelas berarti membuka ruang gelap dalam pengelolaan anggaran,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik di Padang.

 

Desakan kini diarahkan langsung kepada Gubernur Sumbar. Publik meminta jawaban tegas, bukan sekadar klarifikasi normatif. Tanpa penjelasan detail, ketidakjelasan penerima belanja akomodasi ini berpotensi memperlemah citra kepemimpinan daerah dan menimbulkan dugaan penyimpangan.

Baca Juga:

https://presisimedia.com/parluhutan-71-warga-ujung-gading-pasien-rs-yarsi-pasaman-barat-butuh-uluran-tangan-masyarakat/

Pertanyaan mendasar pun terus bergema: siapa yang sebenarnya menikmati fasilitas Rp216 juta tersebut? Apakah benar dipakai untuk kepentingan resmi, atau sekadar formalitas laporan?

Masyarakat menegaskan, era keterbukaan informasi menuntut keberanian pemimpin untuk menjunjung prinsip good governance. Transparansi, akuntabilitas, dan disiplin aparatur menjadi jawaban yang ditunggu.

Baca Juga:

https://presisimedia.com/p2napas-desak-presiden-copot-dua-menteri-gara-gara-main-domino-dengan-exs-tersangka-pembalakan-liar/

Jika dibiarkan tanpa penjelasan, misteri belanja akomodasi Rp216 juta ini hanya akan menambah panjang daftar persoalan pengelolaan anggaran di Sumatera Barat, sekaligus mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

(Ismail Hasan)

Editor Redaksi Presesi Media.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *